MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO

MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO

MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO

MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO

MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO
MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO
MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

MENKEU APRESIASI BRI GARAP POTENSI USAHA ULTRA MIKRO

IQPlus, (16/2) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi kinerja BRI dalam mengangkat potensi sektor usaha ultra mikro di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, Menkeu Sri Mulyani menyebutkan strategi go smaller, go shorter, dan go faster semakin efektif dalam menjangkau lebih banyak nasabah. Pemberdayaan sektor ultra mikro tersebut juga sejalan dengan upaya Indonesia mewujudkan salah satu agenda prioritas G20, yakni inklusi keuangan.

"BRI, Pegadaian dan PNM, nanti kita lihat apakah integrasinya bisa dibuat makin baik sehingga tadi bisa me-reach 45 juta yang unbankable itu," katanya.

Terlebih, lanjutnya, BRI dipercaya untuk memimpin Holding Ultra Mikro bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Konsolidasi tersebut dipercaya bisa semakin meningkatkan sektor mikro dan ultra mikro lebih cepat untuk naik kelas.

"Ini yang menjadi sesuatu yang harus kita lihat bersama sehingga target kita dari sisi jumlah yang unbankable menjadi bankable menjadi lebih tinggi. Karena dengan holding tersebut biaya menjadi lebih terjangkau," ujarnya.

Sejak resmi terbentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro ditargetkan bisa menjangkau 30 juta pelaku ultra mikro yang belum tersentuh layanan keuangan formal. Di tahap selanjutnya, holding diberi target untuk melayani seluruh pelaku ultra mikro yang mencapai 45 juta.

Holding Ultra Mikro sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan. Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan inklusi keuangan bisa menyentuh 90 persen pada 2024.

Di sisi lain, Sinergi BRI, PNM dan Pegadaian dinilai Sri Mulyani dapat berimplikasi positif terhadap efisiensi kinerja perseroan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut berharap BRI Group dapat menambah jumlah nasabah dan profit before tax, hingga penurunan biaya.

Dengan fundamental yang kokoh, ia percaya BRI Group dapat tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi bagi pemberdayaan UMKM di Indonesia. Hal tersebut juga didorong oleh membaiknya kondisi makro ekonomi sehingga menimbulkan potensi pertumbuhan permintaan kredit.

"LDR (Loan to Deposit Ratio)-nya masih di bawah 90 persen ya, ini artinya punya ruangan yang sangat banyak, tinggal demand side-nya. Kalau ekonominya sudah mulai membaik pasti banyak UMKM yang sekarang butuh pendanaan, jadi Pak Narso (Direktur Utama BRI Sunarso) pasti bisa mencapai dua kali lipat," kata Menkeu. (end/ant)