MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022

MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022

MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022

MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022

MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022
MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022
MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

MESKI PENDAPATAN MENINGKAT, TINGGINYA BEBAN TETAP MENGGERUS LABA INDOSAT DI 2022

IQPlus, (13/2) - PT Indosat Tbk (ISAT) menutup perjalanan pasca penggabungan usaha di tahun 2022 dengan kinerja yang gemilang. Tercatat total pendapatan naik sebesar 48,9% YoY menjadi sebesar Rp46.752,3 miliar dan EBITDA sebesar Rp19.468,7 miliar atau naik sebesar 40,2% YoY, imbas dari penggabungan usaha dan momentum operasional yang kuat. EBITDA margin pada tahun 2022 sebesar 41,6%.

Dalam keterangan tertulisnya, Manajemen ISAT menyebutkan bahwa Laba Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp4.723,4 miliar atau turun sebesar Rp2.027,5 miliar, yang utamanya disebabkan oleh peningkatan beban operasional, peningkatan beban depresiasi dan amortisasi, serta peningkatan biaya finansial, sebagai dampak dari penggabungan dua perusahaan, yang diimbangi oleh peningkatan pendapatan.

"Perluasan basis pelanggan menghasilkan pertumbuhan trafik data yang kuat sebesar 91,8% YoY pada tahun 2022. Selain itu, cakupan jaringan Perusahaan juga meningkat seiring peningkatan jumlah BTS 4G yang mencapai 137 ribu, sehingga mampu menangani peningkatan trafik yang tinggi." tulis Manajemen ISAT.

Sebagai informasi, beban - beban mencapai sebesar Rp36.161,5 miliar pada tahun 2022, naik sebesar Rp15.127,2 miliar atau 71,9% lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini utamanya diakibatkan oleh peningkatan di seluruh beban akibat penggabungan dua perusahaan.

Kemudian terkait beban lain-lain - bersih, Perusahaan mencatat beban biaya sebesar Rp4.055,0 miliar, naik sebesar Rp1.208,0 miliar atau lebih tinggi 42,4% dibandingkan dengan beban yang tercatat pada tahun 2021. Hal ini disebabkan oleh kenaikan biaya keuangan sebesar Rp1,343,4 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan biaya keuangan atas liabilitas sewa, yang diimbangi oleh peningkatan keuntungan selisih kurs sebesar Rp182,3 miliar. (end)