PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II

PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II

PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II

PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II

PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II
PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II
PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PASCA IPO, BANK SUMUT BERHARAP BISA NAIK KELAS JADI BANK BUKU II

IQPlus, (9/1) - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (Bank Sumut/BSMT) berharap dapat menyandang predikat sebagai bank umum kegiatan usaha (BUKU) II. Status Bank Sumut menjadi bank yang masuk Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) II, diharapkan nantinya dapat terwujud setelah sukses melantai di Bursa Efek Indonesia melalui melaknisme Initial Public Offering (IPO).

Arieta Aryanti Direktur Keuangan & Teknologi Informasi Bank Sumut, menuturkan bahwa dengan diperolehnya dana hasil IPO nanti, akan lebih memudahkan Bank Sumut dalam mengembangkan bisnis. Sehingga, dengan pengembangan bisnis tersebut, pastinya akan meningkatkan kinerja Bank Sumut kedepannya.

"Saat ini saja, posisi modal Bank Sumut sudah mencapai Rp4,3 triliun atau ada di Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 1. Dan melalui IPO ini, kita yakini dalam satu hingga dua tahun ke depan jadi KBMI 2." katanya, dalam acara yang digelar virtual pada Senin (9/1).

Seperti diketahui, Bank Sumut melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan menawarkan sebanyak- banyaknya 2.934.798.300 saham kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 23% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana saham. Aksi korporasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat permodalan dan pengembangan bisnis dalam rangka mendukung perekonomian nasional, khususnya di Sumatera Utara.

Dalam IPO ini, Bank Sumut menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, PT UOB Kay Hian Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas sebagai joint lead underwriters.

Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari IPO Sekitar 80,00% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan guna mendukung ekspansi bisnis Perseroan termasuk kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi. Sekitar 20,00% akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan termasuk layanan digital.

Adapun roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Bank Sumut dijadwalkan pada 5 - 18 Januari 2023. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 30 Januari 2023. Setelah pernyataan efektif terbit, saham diharapkan bisa tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2023.

Plt.Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto mengatakan, perseroan sangat mendukung kebangkitan ekonomi nasional seiring dengan pulihnya kegiatan dunia usaha dan konsumsi masyarakat. "Ini merupakan komitmen dari Bank Sumut untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian nasional agar membaik dan pulih lebih cepat dari dampak pandemi. Kami akan membiayai sektor-sektor yang bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sehingga bisa mengakselerasi perekonomian nasional, khususnya wilayah Sumatera Utara," kata Hadi. (end)