PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"

PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"

PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"

PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"

PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"
PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"
PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT PT MORA TELEMATIKA MENJADI "idA+"

IQPlus, (11/3) - PEFINDO menaikkan peringkat PT Mora Telematika Indonesia (Moratel) dan Obligasi I Tahun 2017 menjadi "idA+" dari "idA".

PEFINDO juga menaikkan peringkat Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahun 2019 menjadi "idA+(sy)" dari menjadi "idA(sy)" . Outlook untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Kenaikan peringkat mencerminkan peningkatan profil keuangan Moratel, didukung oleh suntikan modal yang cukup signifikan pada tahun 2021 serta ditopang pula oleh stabilnya permintaan telekomunikasi sehingga menghasilkan EBITDA yang lebih besar serta kemampuan Moratel mengelola dengan baik belanja modal (capex) yang sebagian besar didanai oleh utang.

Sebagai penyedia infrastruktur dan layanan telekomunikasi, Perusahaan dapat memanfaatkan percepatan digitalisasi saat ini sehingga membantu mendorong permintaan terhadap konsumsi data sehingga menghasilkan EBITDA yang lebih baik.

Selain itu, Perseroan juga memiliki fleksibilitas untuk mengelola belanja modalnya yang cukup besar dimana sebagian porsi capex tersebut dapat dianggap sebagai belanja modal yang tidak wajib dilakukan saat ini, sehingga memungkinkan pengelolaan utang yang lebih baik. Peningkatan terhadap kondisi keuangan Perusahaan juga sangat terkait dengan adanya suntikan modal sebesar Rp1,8 triliun pada tahun 2021, sebagai salah satu sumber pendanaan baru, sehingga meningkatkan fleksibilitas keuangan Perusahaan yang kegiatan usahanya tergolong padat modal.

Lebih lanjut, kami berpendapat bahwa Perusahaan akan dapat memperbaiki struktur permodalannya dengan proyeksi rasio utang terhadap EBITDA dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) di tahun 2022-2024 masing-masing dibawah 3,5x dan 1,5x, dibandingkan dengan proyeksi rata-rata tiga tahun kami sebelumnya disekitar 3,9x dan 1,7x, masing-masing. Sejalan dengan perbaikan struktur permodalan, kami juga beranggapan indikator perlindungan arus kas akan meningkat dengan rasio FFO terhadap utang dan EBITDA terhadap IFCCI masing-masing sekitar 19% dan 3,0x pada periode yang sama.

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Akhiran (sy) memiliki makna peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah.

Peringkat Perusahaan tersebut mencerminkan posisi pasar Moratel yang kuat sebagai penyedia tulang punggung (backbone) serat optik, arus kas yang stabil dari paket proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur, dan diversifikasi pelanggan dan layanan.

Namun, peringkat dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang moderat dan persaingan yang ketat dalam industri fixed broadband. Peringkat dapat ditingkatkan jika Moratel secara signifikan memperbaiki struktur permodalan secara berkelanjutan, dan jika ekspansi bisnis, khususnya ekspansi di segmen ritel dan korporasi, dapat tereksekusi dengan baik dan menghasilkan arus kas signifikan yang melebihi proyeksi.

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika realisasi pendapatan dan/atau EBITDA Perusahaan jauh dibawah target, dan/atau jika Moratel berutang lebih dari yang diproyeksikan untuk mendanai belanja modal.

Moratel adalah penyedia infrastruktur dan layanan telekomunikasi. Moratel memiliki kabel internasional yang menghubungkan Jakarta dan Singapura, dan kabel darat dan kabel bawah laut domestik dengan mayoritas pelanggan operator telekomunikasi dan korporasi (wholesale).

Moratel melakukan ekspansi bisnis fiber to-the-home (FTTH) untuk memanfaatkan penggunaan jaringannya dengan merek "Oxygen". Entitas anak, PT Palapa Ring Barat dan PT Palapa Timur Telematika, ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan dan pengelolaan dua proyek prioritas nasional, yakni paket Palapa Ring Barat dan paket Palapa Ring Timur pada tahun 2016.

Palapa Ring Barat telah beroperasi secara komersial pada bulan Maret 2018, sedangkan Palapa Ring Timur telah beroperasi secara komersial pada bulan Agustus 2019. Pada bulan September 2021, Perusahaan mengakuisisi 65% saham PT Indo Pratama Teleglobal (IPT) dengan biaya akuisisi sebesar Rp18,2 miliar.

IPT menyediakan solusi untuk Komunikasi Data, Layanan Internet, Komunikasi Satelit (VSAT), Telepon Internet dan Pusat Data & Pemulihan Bencana, serta solusi bisnis berbasis Internet lainnya. Per 31 Desember 2021, pemegang saham Moratel adalah PT Candrakarya Multikreasi (45,7% kepemilikan saham); dan PT Gema Lintas Benua (33,78%) dan PT Smart Telecom Tbk (20,51%). (end)