PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"

PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"

PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"

PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"

PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"
PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"
PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PEFINDO REVISI OUTLOOK BALI TOWERINDO JADI "STABIL"

IQPlus, (09/06) - PEFINDO telah merevisi outlook untuk peringkat PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menjadi "Stabil" dari "CreditWatch dengan Implikasi Negatif" sehubungan dengan komitmen dari Sinarmas Sekuritas untuk menjamin penerbitan obligasi berkelanjutan baru BALI sebesar Rp350,0 miliar dari total maksimum sekitar Rp800,0 miliar pada fase pertama.

Menurut keterangan yang diperoleh Selasa, dana yang dijamin oleh Sinarmas Sekuritas tersebut didedikasikan untuk membayar Medium-Term Note (MTN) I Tahun 2017 Perusahaan sebesar Rp350,0 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 5 Juli 2020. BALI berencana untuk mempercepat penerbitan obligasi baru tersebut di akhir Juni 2020 dari sebelumnya di awal Juli 2020. Kami mempertahankan peringkat BALI dan MTN I Tahun 2017 pada "idBBB+" mengingat operasi bisnis Perusahaan yang tetap bertumbuh dengan baik ditengah pelemahan pertumbuhan ekonomi saat ini yang terdampak pandemi COVID19. Kami akan terus memantau kesiapan Perusahaan untuk melunasi MTN yang akan jatuh tempo.

Peringkat tersebut mencerminkan aliran pendapatan Perusahaan dan marjin profitabilitas yang stabil, cakupan operasional yang luas dan fakta bahwa Perusahaan adalah satu-satunya penyedia menara independen di wilayah Badung (Bali), dan potensi aliran pendapatan dari bisnis fiber to the home (FTTH) yang didukung oleh permintaan telekomunikasi yang meningkat. Peringkat tersebut dibatasi oleh posisi pasar Perusahaan yang relatif lemah, struktur permodalan yang moderat, dan perlindungan arus kas yang lemah.

Peringkat dapat diturunkan jika penerbitan obligasi baru tidak dapat terealisasi sesuai jadwal yang diharapkan sehingga meningkatkan risiko likuiditas Perusahaan untuk memenuhi pembayaran MTN yang akan jatuh tempo. Peringkat juga dapat diturunkan bila ada pelemahan bisnis dan keuangan Perusahaan secara signifikan. (end)