PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"

PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"

PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"

PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"

PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"
PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"
PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PEFINDO REVISI PROSPEK MANDALA MULTIFINANCE MENJADI "NEGATIF"

IQPlu,s (22/06) - PEFINDO merevisi prospek peringkat PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) menjadi "negatif" dari sebelumnya "stabil". PEFINDO menegaskan peringkat kredit korporasi PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) dan Obligasi Berkelanjutan III Mandala Finance yang masih beredar di "idA".

Pada saat yang sama, PEFINDO juga memberikan peringkat "idA" untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2020 senilai maksimum Rp1,5 triliun. Revisi ini mencerminkan kekhawatiran PEFINDO terkait penyebaran COVID-19 yang akan berdampak signifikan terhadap industri pembiayaan dalam hal pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas. Tanpa pembiayaan baru yang signifikan, sumber arus kas masuk sebagian besar akan berasal dari angsuran piutang pembiayaan yang juga rentan terhadap penurunan kualitas aset dalam kondisi ekonomi yang lemah.

Pada gilirannya, hal ini akan meningkatkan paparan pada risiko pembiayaan kembali untuk utang yang jatuh tempo, sehingga perusahaan-perusahaan pembiayaan menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pendanaannya di tengah risiko likuiditas. Perusahaan-perusahaan pembiayaan independen lebih terpapar pada risiko tersebut dibandingkan dengan perusahaan perusahaan yang memiliki tautan pemegang saham ke perbankan yang memiliki keunggulan kompetitif dan akses ke pendanaan yang lebih stabil, menurut pandangan pefindo.

Meskipun POJK 11/POJK.03/2020 yang baru dirilis memungkinkan perusahaan pembiayaan untuk merestruktur akun-akun yang terdampak COVID-19 untuk dapat mempertahankan rasio kualitas aset mereka, implementasinya juga memungkinkan terjadinya risiko moral hazard, di mana debitur-debitur yang tidak terpengaruh juga tidak melakukan pembayaran angsuran.

Jika penyebaran COVID-19 ini berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, hal ini akan berdampak signifikan terhadap profil kredit Mandala Finance, mengingat sekitar 74% dari debitur Perusahaan adalah pekerja dengan pendapatan tidak tetap dari segmen berpenghasilan rendah ke menengah.

Pefindo melihat segmen tersebut memiliki risiko tinggi dalam hal ketidakpastian kinerja pembayaran angsuran, terutama di tengah menurunnya kondisi ekonomi. Walaupun Perusahaan membukukan lebih dari 80% dari portofolio pembiayaannya di wilayah luar Jawa yang dampak dari penyebaran COVID-19 belum terlalu signifikan dibandingkan di wilayah Jawa, kami mengantisipasi dampak tersebut akan bertambah besar dalam jangka pendek. Namun, sebagian dari risiko tersebut dimitigasi oleh kebijakan pembiayaan dan pengendalian pembayaran angsuran Mandala Finance yang ketat. Bisnis Perusahaan yang menghasilkan marjin tinggi serta leverage yang konservatif juga akan memberikan dukungan tambahan bagi Mandala Finance dalam memenuhi kewajiban keuangannya. PEFINDO akan terus memantau secara ketat perkembangan dari dampak COVID-19 ke kinerja Perusahaan.

Peringkat tersebut mencerminkan permodalan Perusahaan yang sangat kuat, kinerja profitabilitas yang kuat, dan posisi Perusahaan yang baik di bisnis motor di luar Jawa. Namun, peringkat ini dibatasi oleh tantangan dalam pertumbuhan pembiayaan baru dan kompetisi yang ketat di industri.

Peringkat dapat diturunkan jika pembiayaan baru Perusahaan menurun signifikan karena dampak dari penyebaran COVID-19, karena hal ini dapat menurunkan keberadaan di pasar dan mengarah pada penilaian profil risiko bisnis yang lebih lemah. Penurunan material pada performa kualitas aset dan profitabilitas juga dapat mendorong peringkat untuk turun. PEFINDO dapat merevisi prospek kembali ke "stabil" jika Perusahaan mampu meningkatkan pertumbuhan pembiayaan baru dan mempertahankan performa keuangannya. (end)