PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"
PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"
PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT MANDALA FINANCE DI "idA"

IQPlus, (14/4) - PEFINDO menegaskan peringkat kredit korporasi PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) serta obligasi yang diterbikan di "idA" serta peringkat atas sukuk yang masih beredar di "idA(sy)".

Prospek peringkat korporasi direvisi menjadi "stabil" dari "negatif" mempertimbangkan perbaikan profil bisnis dan keuangan Mandala Finance di tahun 2021 sesudah mengalami penurunan yang tajam di tahun sebelumnya yang diakibatkan oleh pembatasan sosial berskala besar dan keterbatasan sumber pendanaan di tengah kecemasan yang timbul pada saat permulaan masa pandemi Covid-19.

Di tahun 2021 (FY2021), Mandala Finance mencatatatkan pembiayaan baru senilai Rp5,0 triliun, naik signifikan sebesar 74,2% dibandingkan Rp2,9 triliun di FY2020. Dalam jangka pendek, kami menilai pertumbuhan akan tetap dijaga di tingkat yang stabil mempertimbangkan pemulihan kondisi makro ekonomi dan ketersediaan sumber dana.

Selain itu, pertumbuhan pembiayaan baru yang tinggi telah menyumbangkan perbaikan kinerja profitabilitas yang signifikan, tercermin dari kenaikan laba bersih dan return on average assets (ROAA) menjadi Rp485.3 miliar dan 10.1% di FY2021 dari Rp174,4 miliar dan 3.9% di tahun sebelumnya. Dengan model bisnis yang memiliki margin tinggi dan tingkat persaingan yang relatif terbatas di luar Jawa, kami memperkirakan Mandala Financa akan mampu mempertahankan nilai pembiayaan baru dan profil profitabilitas yang kuat.

Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2019 Tahap II Seri B sebesar Rp50,0 miliar dan Sukuk Berkelanjutan Mudharabah I Tahun 2021 Tahap I Perusahaan sebesar Rp350,0 miliar akan jatuh tempo pada 5 Juli 2022, dan 8 Juli 2022, secara berurutan, dan kesiapan Perusahaan untuk melunasi kewajiban obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo ini didukung oleh saldo kas dan setara kas sebesar Rp627,4 miliar pada akhir Desember 2021 dan rata-rata penerimaan angsuran pembiayaan sebesar Rp435,2 miliar per bulan di 2021.

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor-obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor agak lebih mudah terpengaruh oleh perubahan buruk suatu keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor-obligor dengan peringkat lebih tinggi. Akhiran (sy) berarti peringkat mengindikasikan pemenuhan prinsip Syariah.

Peringkat tersebut mencerminkan permodalan Perusahaan yang sangat kuat, kinerja profitabilitas yang kuat, dan posisi Perusahaan yang baik di bisnis motor di luar Jawa. Namun, peringkat ini dibatasi oleh kualitas asset yang moderat dan profil struktur pendanaan yang kurang menguntungkan.

Peringkat dapat dinaikkan jika Mandala Finance secara konsisten dapat memperkuat posisi pasarnya di dalam industri, dan secara bersamaan terus memperbaiki indikator profitabilitas dan kualiatas aset Perusahaan. Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan jika profil bisnis Perusahaan melemah secara signifikan, atau jika performa kualitas aset dan profitabiilitas Perusahaan memburuk secara signifikan.

Mandala Finance adalah perusahaan pembiayaan yang memberikan pembiayaan untuk motor baru dan bekas. Pemegang saham mayoritas Mandala Finance, PT Jayamandiri Gemasejati, dan perusahaan afiliasinya, PT Lautan Teduh Interniaga, merupakan agen penjual Yamaha di Jawa Barat dan Lampung. Mandala Finance tidak hanya membiayai motor Yamaha saja, namun Perusahaan juga membiayai merek-merek lain seperti Honda dan Suzuki. Per 31 Desember 2021, Mandala Finance dimiliki oleh PT Jayamandiri Gemasejati (70,42%), Alex Hendrawan (5,06%), dan publik (24,52%). (end)