PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS

PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS

PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS

PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS

PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS
PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS
PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA- KEPADA MNC ENERGY INVESTMENTS

IQPlus, (28/7) - PEFINDO menetapkan peringkat "idA-" dengan prospek stabil kepada PT MNC Energy Investments Tbk (IATA).

Peringkat mencerminkan profil biaya yang rendah, struktur permodalan yang konservatif, serta cadangan dan sumber daya tambang yang cukup besar. Peringkat dibatasi oleh fleksibilitas keuangan Perusahaan yang moderat serta eksposur terhadap harga komoditas yang berfluktuasi dan risiko terhadap isu lingkungan.

Peringkat dapat dinaikkan apabila Perusahaan berhasil menjalankan strategi-strategi bisnisnya yang tercermin dari tercapainya proyeksi pendapatan dan laba dalam jangka waktu menengah.

Bisnis yang lebih terdiversifikasi juga dapat memiliki dampak positif terhadap peringkat IATA jika hal itu dapat memperbaiki fleksibilitas keuangan Perusahaan. Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan apabila IATA membukukan pendapatan atau EBITDA jauh dibawah yang diproyeksikan atau Perusahaan membukukan utang lebih dari yang diproyeksikan yang dapat memperburuk profil keuangan Perusahaan.

Peringkat juga dapat berada dalam tekanan apabila harga batubara menurun secara signifikan yang akan berdampak negatif pada kondisi finansial IATA.

Didirikan pada tahun 1968 awalnya dengan nama PT Indonesia Transport & Infrastructure, IATA merupakan bagian dari Group MNC dan berfokus pada industri tambang batubara.

Perusahaan mengoperasikan tiga tambang yang berlokasi di Sumatera Selatan dibawah PT Putra Muba Coal, PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal, dan PT Indonesia Batu Prima Energy. Per 31 Maret 2023, pemegang saham IATA adalah PT MNC Asia Holding Tbk (44.09%) dan public (55.91%).(end)