PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK

PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK

PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK

PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK

PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK
PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK
PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PELITA TEKNOLOGI GLOBAL SIAP MENAWARKAN SAHAM KEPADA PUBLIK

IQPlus, (8/2) - PT Pelita Teknologi Global Tbk. (CHIP) Perusahaan yang bergerak dalam bidang Aktivitas Konsultasi dan Perancangan IoT, dan Industri Smart Card akan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 200.000.000 (dua ratus juta) lembar saham.

Besaran saham itu setara dengan 24,81% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp160 per lembar saham. Perseroan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas selaku Underwriter.

Perseroan didirikan dengan nama PT Pelita Teknologi Global Berdasarkan Akta Pendirian Nomor 03 tanggal 24 Februari 2017 yang dibuat dihadapan Rumondang Nauli Hutadjulu, S.H, Notaris di Jakarta.

Seiring berjalannya waktu terdapat beberapa perubahan anggaran dasar dimana yang terakhir kalinya Perseroan berfokus pada bisnis produksi Smart Card dan Aktivitas Konsultasi Informasi & Teknologi.

Ardarini, Direktur Utama Perseroan dalam siaran pers (8/2) menjelaskan, "Langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi".

Kinerja perusahaan sampai Juli 2022 masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Ardarini menyatakan optimis dengan prospek bisnis Smart Card dan Aktivitas Konsultasi Informasi & Teknologi yang dijalankan perseroan saat ini.

Seluruh dana bersih hasil IPO akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja yaitu untuk biaya operasional. Di antaranya seperti pembelian bahan baku, biaya angkut, biaya kantor, biaya penjualan, gaji dan biaya sewa.

Catatan saja, Perseroan tidak memiliki rencana untuk melunasi utang kepada pihak terafiliasi dengan menggunakan dana hasil penawaran umum.

Setelah dilaksanakannya IPO, mulai tahun ini berdasarkan laba bersih 2022, perseroan berniat untuk melakukan pembayaran dividen sebanyak-banyaknya 20 persen dari laba bersih untuk masa yang akan datang. (end)