PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN

PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN

PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN

PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN

PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN
PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN
PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PEMERINTAH INGGRIS DAN BRI RESEARCH INSTITUT DORONG INKLUSI DIGITAL BAGI PEREMPUAN

IQPlus, (16/11) - Pemerintah Inggris dan BRI Research Institute mengadakan webinar nasional pada Selasa (14/11/2023).

Webinar tersebut merupakan bagian dari Program Akses Digital yang merupakan kolaborasi Pemerintah Inggris dan BRI Research Institute.

Webinar digelar dengan mengusung tema "Mendorong Inklusi Digital dan Peran Perempuan Pengusaha dalam Ekonomi Digital".

Dalam kesempatan itu, dipublikasikan hasil penelitian mengenai indeks digitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Pada acara ini turut diumumkan dua provinsi yang akan mendapatkan program pemberdayaan khusus untuk pengusaha perempuan berupa pelatihan dalam bidang literasi digital dan keuangan.

Kedua provinsi tersebut adalah Lampung dan Jawa Barat. Webinar nasional ini dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka di Hotel Ashley Tanah Abang dan daring.

Acara ini dihadiri Wakil Duta Besar Kedutaan Inggris, Matthew Downing, Perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM, Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari serta Direktur Utama BRI Research Institute, Anton Hendranata.

Organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta lembaga lain yang fokus pada pengembangan UKM dan ekonomi digital juga turut diundang.

Penelitian mengenai indeks digitalisasi UKM telah dilakukan pada bulan Oktober 2023 melalui survei daring kepada 3500 responden.

Penelitian ini dirancang untuk mengukur tingkat digitalisasi UMKM dengan menggunakan tujuh indikator seperti Infrastruktur Digital, Kepemilikan Alat, Pengetahuan Digital, Pemanfaatan Layanan Digital, Kepercayaan terhadap Layanan Digital, Kesesuaian Antara Kebutuhan dengan Isi Layanan Digital, dan Kepuasan serta Pemahaman terhadap Regulasi.

Hasil penelitian ini adalah dasar bagi program pemberdayaan percepatan digital, khususnya bagi pengusaha perempuan dalam segmen ultra-mikro dan mikro.

Berdasarkan hasil indeks digitalisasi, dua provinsi dipilih sebagai wilayah target program pemberdayaan komunitas digital dan keuangan, dengan melibatkan 500 perempuan pelaku UMKM.

Pemilihan provinsi ini didasarkan pada peringkat mereka dalam Indeks Digitalisasi UKM, satu provinsi memiliki peringkat lebih tinggi daripada indeks rata-rata nasional, sedangkan provinsi lainnya memiliki peringkat lebih rendah daripada indeks rata-rata nasional.

Pemilihan lokasi ini dilakukan untuk membandingkan hasil pemberdayaan digital di lokasi dengan kondisi skor indeks yang berbeda.

Pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan menciptakan peluang bagi peserta untuk mengembangkan bisnis mereka, meningkatkan pendapatan, dan mengelola keuangan.

"Program Akses Digital Pemerintah Inggris mengakui adanya peran penting yang dari akses digital dan literasi digital dalam memberdayakan bisnis yang dimiliki oleh perempuan, dan indeks digitalisasi untuk UMKM adalah tools yang penting bagi kami untuk memahami dimana celah dalam ekonomi digital dan intervensi apa yang dapat mendukung pengembangan UMKM di Indonesia.

Saya berharap dapat terus terlibat dalam area pengembangan yang kritis ini saat kami memperkuat kerjasama kami dengan Indonesia untuk masa depan yang lebih didukung oleh teknologi digital," kata Menteri Penasihat Pembangunan Kedutaan Besar Inggris Jakarta, Amanda McLoughlin.

Di sisi lain, Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Supari, mengatakan pentinga UMKM bagi perekonomian Indonesia.

UMKM khususnya Segmen Mikro dan Ultra Mikro berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sejalan dengan Visi Indonesia Emas.

"Tujuan besar ini dapat direalisasikan melalui pemberdayaan dan optimalisasi potensi bonus demografi, peningkatan jumlah penduduk perempuan, peningkatan porsi pelaku usaha Mikro & Ultra Mikro, dan dengan didukung oleh peningkatan ekonomi digital terutama di segmen pelaku usaha Mikro & Ultra Mikro," paparnya. (end)