PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022

PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022

PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022

PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022

PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022
PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022
PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PENDAPATAN USAHA ADARO ENERGY NAIK 127% DI SEMESTER I 2022

IQPlus, (30/8) - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (BEI: ADRO) hari ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 (1H22).

Sesuai praktik yang dilakukan perusahaan setiap tahunnya, KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PriceWaterhouse Cooper) melaksanakan tinjauan terbatas terhadap laporan keuangan 1H22.

Umumnya, perusahaan mencapai kinerja yang baik dengan profitabilitas yang ditopang oleh harga batu bara yang melebihi ekspektasi, sehingga EBITDA operasional naik 269% y-o-y menjadi $2.339 juta dari $635 juta. Perusahaan meningkatkan marjin EBITDA operasional sebesar 2545bps y-o-y menjadi 66,1% dari 40,6%, karena harga jual rata-rata (ASP) naik 117% dan volume penjualan naik 7%.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia Bpk. Garibaldi Thohir dalam siaran pers (30/8) mengatakan:

"Semester pertama 2022 adalah semester yang sangat kondusif untuk harga, sehingga mendorong pendapatan menyentuh rekor-rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Hal ini dipicu oleh gabungan berbagai faktor yang terjadi dalam kurun waktu yang singkat, mulai dari cuaca tak menentu yang mengakibatkan kenaikan permintaan bagi produkproduk kami, sampai kelangkaan pasokan yang belum juga teratasi akibat masalah pengadaan alat berat dan cuaca buruk di wilayah-wilayah tambang secara global. Lebih lanjut, dampak terbesar disebabkan risiko geopolitis dari Eropa.

Pendapatan, EBITDA dan laba bersih kami mencapai rekor tertinggi kinerja semester pertama sejak perusahaan pertama kali melantai di bursa 14 tahun lalu. EBITDA operasional yang melebihi AS$2,3 miliar, dan laba inti yang mencapai AS$1,4 miliar setara dengan peningkatan masingmasing 269% dan 338% y-o-y, yang mencerminkan kualitas laba perusahaan.

Laba yang sangat tinggi akan membantu kami untuk memberikan dukungan finansial terhadap transformasi Grup Adaro di tahun-tahun mendatang karena kami melakukan investasi besar pada energi terbarukan, pengembangan kawasan industri hijau terbesar dunia, dan mendiversifikasi semakin jauh dari batu bara termal."

Pendapatan usaha Adaro Energy Indonesia (ADRO) yang dilaporkan untuk periode 1H22 naik 127% y-o-y menjadi $3.541 juta dari $1.563 juta, terutama akibat kenaikan 117% y-o-y pada ASP.

Walaupun menghadapi curah hujan yang tinggi dan masalah pengadaan alat berat, ADRO berhasil meningkatkan produksi sebesar 6% y-o-y menjadi 28,0 juta ton dari 26,5 juta ton pada 1H22.

Peningkatan produksi membantu kenaikan penjualan batu bara sebesar 7% menjadi 27,5 juta ton 1H22 dari 25,8 juta ton di periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, ADRO mencatat penurunan pengupasan lapisan penutup sebesar 11% menjadi 102,05 Mbcm pada 1H22 dari 115,2 Mbcm dan nisbah kupas turun 16% y-o-y menjadi 3,64x dari 4,35x.

Beban pokok pendapatan naik 42% y-o-y menjadi $1.516 juta terutama karena kenaikan pembayaran royalti seiring kenaikan ASP dan kenaikan biaya penambangan karena kenaikan harga bahan bakar minyak global.

Beban usaha pada 1H22 naik 66% y-o-y menjadi $143 juta, karena perusahaan mencatat kenaikan 215% pada beban komisi penjualan.

Royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah Indonesia bersama dengan beban pajak penghasilan meningkat 315% menjadi $1.207 juta dari $291 juta pada periode yang sama di tahun lalu.

Perusahaan menghasilkan $1.040 juta arus kas bebas pada 1H22, yang setara dengan kenaikan 221% y-o-y walaupun belanja modal naik 111% menjadi $157 juta.

Posisi keuangan ADRO tetap sehat dengan posisi kas bersih $770 juta, dan posisi total kas naik 86% y-o-y menjadi $2,2 miliar dari $1,2 miliar.

EBITDA operasional ADRO tumbuh 269% y-o-y menjadi $2,3 miliar dari AS$635 juta pada 1H22, yang menunjukkan bahwa perusahaan telah melampaui panduan EBITDA operasional FY22 yang berkisar AS$1,9 - $2,2 miliar untuk 2022.

Laba inti ADRO pada 1H22 naik 338% menjadi $1.447 juta dari $330 juta pada periode yang sama tahun lalu, sebagai akibat kondisi harga saat ini dan keunggulan operasional yang berkesinambungan.

Sebagaimana yang tercantum pada laporan, laba bersih periode ini mencapai $1.345 juta, atau naik 611% y-o-y.

Total aset naik 30% menjadi $8.789 juta dari $6.739 juta pada tahun sebelumnya berkat kenaikan 86% pada kas menjadi $2.244 miliar. Aset lancar naik 81% menjadi $3.600 juta dari $1.989 juta y-o-y, sementara aset non lancar naik 9% menjadi $5.188 dari $4.750 juta y-o-y. (end)