PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023

PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023

PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023

PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023

PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023
PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023
PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PENYALURAN KREDIT UMKM BNI TUMBUH 18,9% HINGGA 20 JULI 2023

IQPlus, (21/7) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari awal tahun hingga Kamis (20/7) atau year-to-date (ytd) tumbuh 18,9 persen year on year (yoy), dengan total mencapai Rp118 triliun.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan perseroan berhasil menjaga Rasio Kredit Bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada segmen UMKM berada di bawah 3 persen.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut terutama didorong oleh akuisisi debitur baru, peningkatan pembiayaan, serta manajemen remedial dan recovery yang efektif.

"Hal ini terjadi berkat kondisi ekonomi yang semakin membaik, serta upaya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong BNI melakukan transformasi, dan mengedepankan prinsip perbankan yang prudent," ujar Okki.

Okki melanjutkan, perseroan akan terus memperkuat strategi value chain, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, serta membangun ekosistem digital untuk mendorong penyaluran pembiayaan atau kredit kepada UMKM.

"Kami berupaya agar pembiayaan yang kami berikan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendorong UMKM untuk naik kelas, dan lompat lebih tinggi menembus pasar internasional," ujar Okki.

Lebih lanjut, Ia menyebut perseroan juga menempatkan prioritas terhadap pemenuhan target Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) sebesar 30 persen pada tahun 2024.

"Kami proaktif mendukung program Bank Indonesia (BI) dengan upaya pemenuhan target ini (RPIM)," ujar Okki. (end/ant)