PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN

PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN

PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN

PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN

PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN
PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN
PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PERAMPINGAN KARYAWAN, GOTO : TIDAK AKAN MEMBAWA DAMPAK MATERIAL DAN MERUGIKAN PERUSAHAAN

IQPlus, (23/11) - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyampaikan bahwa perampingan karyawan tidak akan membawa dampak material yang merugikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan. Karena, Perseroan telah sangat berhati-hati dalam melakukan perampingan tenaga kerja, kalibrasi ulang atas fungsi-fungsi kepegawaian, dan melakukan penyesuaian atas fokus kegiatan usaha Perseroan dengan memprioritaskan pada produk-produk inti.

"Sehingga perampingan karyawan merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan agar Perseroan dapat terus membawa dampak positif untuk jangka panjang bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi dan pedagang yang berada di dalam ekosistem GoTo melalui pertumbuhan yang sehat dan sustainable." tegas Corporate Secretary GOTO, R A Koesoemohadiani, dalam keterbukana informasinya, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Rabu (23/11).

Seperti diketahui, GOTO menyampaikan bahwa pada tanggal 18 Juni 2022, telah melakukan perampingan karyawan yang akan berdampak kepada 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap grup GOTO.

Dalam upaya untuk lebih jauh bernavigasi di tengah kondisi ekonomi global yang semakin penuh tantangan, maka Perseroan harus mengakselerasi upayanya menuju kemandirian finansial agar Perseroan dapat benar-benar menjadi bisnis yang sustainable, berfokus pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology.

Kedepannya, kata Koesoemohadiani, Perseroan mengantisipasi proses perekrutan akan lebih fokus pada upaya untuk mendukung pertumbuhan layanan dan bisnis utama Perseroan, untuk mempercepat langkah menuju profitabilitas. Perseroan akan terus mengelola sumber daya manusia dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian untuk memastikan pertumbuhan Perseroan selaras dengan tujuan Perseroan.

Kemudian, Perseroan akan senantiasa menjajaki seluruh alternatif sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perampingan karyawan. Pada saat ini, Perseroan meyakini bahwa inisiatif organisasi yang lebih efektif yang telah dilakukan sampai sekarang, membuat Perseroan siap untuk menghadapi kondisi kedepannya.

"Namun demikian, seperti halnya bisnis pada umumnya, terdapat faktor-faktor yang tidak dapat diperkirakan di kemudian hari yang berada diluar kendali Perseroan." imbuhnya. (end)