PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA

PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA

PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA

PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA

PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA
PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA
PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PERKUAT BISNIS VALUE CHAIN, BNI GANDENG SEMEN INDONESIA

IQPlus, (26/10) - PT Bank Negara Indonesia konsisten menunjukkan komitmennya dalam menggarap sektor UMKM dengan membentuk closed loop ecosystem dengan menggandeng PT Semen Indonesia atau SIG untuk menggarap potensi rantai nilai atau value chain pada ekosistem jaringan suplai SIG.

"Kami mengapresiasi kesempatan yang diberikan ini. Kami berharap kerjasama ini akan memperkuat pemberdayaan para pelaku usaha yang berada pada ekosistem jaringan supply SIG, baik para distributor maupun retailer toko bahan bangunan sehingga terbentuk closed loop ecosystem,. kata Direktur Network & Services BNI Ronny Venir dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Menurut Ronny, BNI mampu memberikan solusi digital value chain terintegrasi untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas distributor yang merupakan layer pertama dari korporat melalui Supply Chain Financing (SCF) yang berbasis digital.

Sinergi yang dilakukan akan diperluas dengan menggarap potensi mitra layer kedua dalam jaringan supply SIG yaitu mitra retailer (toko bahan bangunan).

Fasilitas yang ditawarkan dengan menggunakan produk BNI Wirausaha & KUR yang dapat diakses melalui platform digital SIG yaitu Akses Toko yang diintegrasikan dengan platform digital value chain BNI yaitu dengan BNI Move dan BNI FSCM.

Ronny juga menegaskan pengelolaan value chain secara optimal sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dengan meningkatkan efisiensi dan profit melalui pengurangan biaya dan optimalisasi modal kerja.

Optimalisasi modal kerja saat ini dilakukan melalui pengaturan cash flow dan mempercepat cash-convertion-cycle baik di sisi korporat, mitra korporatnya (distributor) serta retailer yang merupakan mitra turunan distributor.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, kondisi ekonomi yang masih menantang pasca pandemi membuat optimalisasi modal kerja melalui pengelolaan kas dengan mempercepat cash convertion cycle menjadi keharusan.

Dia meyakini kerja sama antara SIG dengan mitra institusi finansial dan teknologi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masing-masing pihak, serta mendukung kelangsungan bisnis retailer yang berada dalam jaringan SIG. (end/ant)