PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI

PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI

PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI

PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI

PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI
PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI
PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PERMA PLASINDO RESMI MELANTAI DI BURSA HARI INI

IQPlus, (25/11) - PT Perma Plasindo Tbk adalah perusahaan dengan kegiatan usaha utama memproduksi dan mendistribusikan alat tulis kantor merk BANTEX, menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Inial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 435.000.000 saham.

Besaran saham itu setara dengan 20% dari modal di setor dan ditempatkan Perseroan dengan harga Rp. 138 per saham. Perseroan menunjuk PT. Indo Capita l Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek kemudian PT Semesta Indovest Sekuritas dan Phillip Sekuritas Indonesia sebagai Pelaksana Emisi Efek.

Perseroan yang berdiri dari tahun 1992 menaungi beberapa anak perusahaan yang bergerak dalam bidang alat tulis kantor, terintegrasi dari manu facturing sampai dengan distribusi, serta beberapa anak perusahaan yang produknya menjadi pelengkap proses produksi maupun melengkapi assortment produk yang dijual.

Bantex dimulai sejak tahun 1986 di Indonesia, diproduksi dan didistribusikan oleh Entas Anak PT Batara Indah, yang saat ini menjadi bagian perseroan yang melakukan produksi perseroan. Setelah lebih dari 35 tahun menggarap pasar Indonesia, BANTEX telah menjadi salah satu pemain utama di pasar.

Seiring perkembangan dunia teknologi saat ini, dimana digitalisasi telah merambah ke semua aspek kehidupan kita, perseroan melihat peluang untuk mengembangkan solusi elektronik filing. BANTEX Hybrid e-Filing adalah filing system satu-satunya di dunia yang menggabungkan akses file fisik dan file digital dalam satu plaorm, bisa diakses dari mana saja, ter-enkripsi dan aman.

Solusi ini dikembangkan oleh Entas Anak, yaitu BINO Digital Soluon Pte. Ltd. bekerjasama dengan PT SSCX Teknovasi Prima dan Sircured Pte. Ltd. Singapura. BANTEX Hybrid e-filing ini diperkirakan akan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan rata-rata pendapatan sekitar 14% dalam beberapa tahun kedepan , dengan fokus awal menggarap perusahaan UMKM dan personal filing, sebelum merambah ke corporate pada tahapan berikutnya.

Berdasarkan data Kemenkop UKM, hingga Agustus 2021 sebanyak 15.3 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah masuk ke plaorm digital, realisasi tersebut telah melampaui target Pemerintah pada tahun ini. Hal tersebut menunjukan adanya peningkatan literasi digital oleh sektor UMKM yang diperkirakan akan berkontribusi terhadap pertumbuhan GDP Nasional. Melihat trend digitalisasi yang bertumbuh pesat pada sektor ini, BANTEX Hybrid e-filing akan menjadi jawaban atas kebutuhan ini, dan sekaligus menjamin keberlangsungan usaha yang semakin solid kedepannya.

Kristanto Widjaja, Direktur Utama Perseroan menjelaskan, "Banyak orang berpendapat bahwa staonery adalah sunset industry, namun kami meyakini bahwa kebutuhan staonery dak akan pernah hilang atau tergankan oleh digital sepenuhnya. Perangkat digital akan menjadi pelengkap yang dak terpisahkan untuk semua staonery yang selama ini kita gunakan, seper kertas, ballpoint, stapler, perforator, dsb.

Khusus untuk filing produk, untuk penyimpanan dokumen kita masih banyak perlu menyimpan dokumen penng secara fisik, seper akta perusahaan, buk kepemilikan asset, dokumen kontrak, dsb bahkan beberapa harus disimpan selama bertahun-tahun sesuai tuntutan Undang-Undang.

Solusi yang tersedia dari para pemain besar digital, sementara ini hanya mengelola dokumen secara digital saja, dak memikirkan kaitan dengan dokumen fisiknya. Sementara konteks saat ini, kita perlu tools yang bisa membantu untuk menemukan dokumen tersebut apabila diperlukan, baik untuk dibaca dan diketahui isinya, ataupun apabila diperlukan dokumen fisiknya. BANTEX Hybrid e -filing adalah jawaban atas hal tersebut".

Pada tanggal 16 November 2021 Perseroan telah mendapatkan izin efekftif dari Otoritas Jasa Keuangan. Selama masa penawaran umum tanggal 18-23 November 2021, saham PT Perma Plasindo mendapatkan minat yang luar biasa dari para investor sehingga seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik. Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 60 miliar dimana dana yang diperoleh ini sebagian besar sekitar 63% akan digunakan untuk pelunasan hutang pada pihak ketiga.

Hutang ini sebelumnya digunakan untuk melakukan pembelian aset tanah dan bangunan yang digunakan untuk operasional Perseroan. Ini akan menghemat biaya sewa gudang dan kantor. Secara keseluruhan, perbaikan tersebut akan semakin meningkatkan profitabilitas perseroan dalam jangka panjang. Sisa dana sekitar 37% akan digunakan untuk pembelian mesin dan menambah modal kerja Perseroan.