PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR

PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR

PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR

PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR

PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR
PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR
PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PERPANJANG BUYBACK, AMAG SIAPKAN DANA Rp85,4 MILIAR

IQPlus, (12/5) - PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) berencana melakukan perpanjang aksi korporasinya di pasar modal yaitu pembelian kembali saham Perseroan (buy back) dalam kondisi pasar yang berfluktuatif secara signifikan.

Dalam keterangan tertulisnya Presiden Direktur AMAG, Pankaj Oberoi Rabu (11/5) menuturkan, perkiraan jadwal buy back saham yaitu pada 11 Mei sampai dengan 11 Agustus 2022 dan jumlah saham AMAG yang akan di buy back paling banyak sekitar 237.194.064 lembar saham dengan total nominal Rp23.719.406.400.

Dana yang diperlukan untuk melancarkan aksi korporasi ini paling banyak Rp85,4 miliar dan AMAG memberikan pembatasan jangka waktu pembelian kembali saham paling lambat pada tanggal 11 Agustus 2022

Perseroan memperkirakan, buy back saham ini tidak berdampak atau tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan nantinya. Sementara pembelian kembali akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dan transaksi pembelian saham akan dilakukan melalui anggota bursa yaitu PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.

Perseroan membatasi harga saham untuk buy back maksimal di harga Rp360 atau pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Direksi Perseroan dengan memperhatikan peraturan perundang - undangan yang berlaku serta kondisi pasar dan Perseroan menilai penurunan kas yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan.

"Dengan adanya pembelian kembali saham , diharapkan akan menyebabkan harga saham di masa mendatang menjadi lebih stabil dan berdampak positif bagi pemegang saham Perseroan,"imbuhnya. (end/ar)