PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL

PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL

PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL

PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL

PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL
PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL
PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PGN PASOK GAS 10,5 BBTUD KE LOTTE CHEMICAL

IQPlus, (16/6) - PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), memasok kebutuhan gas bumi PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, dengan volume 2,62-10,5 BBTUD.

Seremoni Penyerahan Perjanjian Jual Beli Gas antara PGN dan LCI, industri petrokimia skala besar di Asia Tenggara, telah dilaksanakan di Cilegon, Banten, Rabu (14/6/2023).

General Manager PGN Sales Operation Region II (SOR II) Sonny Rahmawan Abdi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis mengatakan gas bumi, yang ditargetkan masuk (gas in) pada Juni 2024, akan digunakan LCI untuk bahan bakar boiler dengan produk utama etilen.

"PGN akan membangun infrastruktur distribusi gas MRS dan pipa gas menuju boiler milik LCI untuk gas in pada Juni 2024. Ini merupakan wujud komitmen PGN untuk memperluas penyaluran gas bumi kepada industri. LCI ini merupakan new plant, kami harapkan dengan volume kebutuhan yang cukup besar, dapat diserap secara optimal dan bermanfaat untuk produksi," ujarnya.

Ia pun berharap industri lainnya menggunakan gas bumi untuk menopang produksi dan meningkatkan daya saingnya. Gas bumi yang relatif lebih ramah lingkungan memberi peluang bagi LCI menjadi industri hijau.

Sonny menambahkan penyaluran gas bumi ke LCI menjadi kebanggaan bagi PGN, karena memberi andil terhadap investasi industri strategis pemerintah dalam rangka mengurangi impor.

LCI yang merupakan bagian grup perusahaan petrokimia Lotte Chemical Corporation, yang berbasis di Korea Selatan, akan memenuhi kebutuhan domestik maupun global.

Menurut dia, hasil produksi LCI dapat menjadi substitusi produk kimia impor yang kini cukup besar, sehingga dapat membantu menjaga neraca perdagangan Indonesia.

"Dampak yang besar juga akan bermanfaat dalam memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia," ujarnya. (end/ant)