RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR

RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR

RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR

RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR

RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR
RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR
RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

RUPST SETUJUI RENCANA PEMBELIAN ASET, GTSI SIAPKAN DANA CAPAI Rp142,98 MILIAR

IQPlus, (7/6) - PT GTS Internasional Tbk (GTSI) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dan salah satu hasil RUPST adalah menyetujui adanya pembelian aset.

"RUPST hasi ini salah satunya adalah menyetujui rencana perseroan untuk membeli satu unit kapal LNG," kata Direktur Utama GTSI, Tammy Meidharma saat pelaksanaan RUPS Tahunan di Jakarta, Selasa (6/6).

Tammy menuturkan, Perseroan telah menyiapkan anggaran pembelian dan modifikasi kapal LNG itu sebesar Rp142,98 miliar yang saat ini ditempatkan di rekening PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Adapun dana pembelian kapal tersebut bersumber dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang mencapai Rp240 miliar.

"Kami sedang melaksanakan atau sedang proses. Ditargetkan adalah sebelum akhir tahun ini kami sudah mengadakan pembelian kapal LNG tersebut," ucap Tammy.

Tammy mengungkapkan, rencana pembelian kapal LNG merupakan perubahan dari rencana penggunaan dana hasil IPO yang sebelumnya akan digunakan untuk pemberian pinjaman kepada PT Anoa Sulawesi Regas sebesar Rp153,6 miliar.

Persetujuan para pemegang saham atas rencana Direksi GTSI yang akan membeli satu unit kapal LNG ini terangkum dalam agenda RUPS Tahunan yang terkait dengan permintaan persetujuan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

Sementara itu, dana hasil IPO yang sudah direalisasikan hingga saat ini adalah sebesar Rp44,68 miliar untuk modal kerja GTSI dan senilai Rp35,74 miliar untuk penyertaan modal kepada PT Anoa Sulawesi Regas.

"Pembelian kapal LNG tersebut untuk memenuhi target proyek-proyek jangka panjang atau ke depan, yang akan terjadi di 2024. Kebutuhan energi di Indonesia akan meningkat, terutama di LNG," tutur Tammy.

Pada pelaksanaan RUPST GTSI, para pemegang saham menyetujui rencana perseroan untuk tidak membagikan dividen. Namun demikian, perseroan memperkirakan pembagian sebagian laba bersih kepada para pemegang saham akan dilakukan pada dua tahun ke depan.

Lebih lanjut Tammy memaparkan, industri gas alam cair di Indonesia pada tahun ini diperkirakan masih stabil. Gas bumi juga mengambil bagian penting dari proses transisi energi, terlebih lagi Indonesia masih didominasi rencana proyek regasifikasi yang dicanangkan pemerintah, terkait penunjukan PT PLN (Persero) dalam melakukan migrasi dari bahan bakar minyak ke LNG. (end)