RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN

RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN

RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN

RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN

RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN
RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN
RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

RUPST SWID 2022 : BUKUKAN LABA POSITIF DAN BAGIKAN DIVIDEN

IQPlus, (6/6) - PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2022 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center pada Hari Rabu, 31 Mei 2023.

Dalam siaran pers SWID (5/6) disebutkan Rapat Umum pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut dihadiri oleh Dewan Komisaris PT Saraswanti Indoland Development Tbk, yaitu Komisaris Utama (Noegroho Hari Hardono), Komisaris Independen (Roossusetyo), dan Komisaris (Ir. Yahya Taufik) dalam hal ini tidak bisa hadir dalam rapat. Sementara itu, Dewan Direksi dihadiri oleh Direktur Keuangan (Gentina Ratna Octanti), Direktur Operasional (Yohanes Indro Laksono), Direktur Pemasaran (Ratri Paramita), dan Direktur Pengembangan Bisnis & Sekretaris Perusahaan (Agung Cucun Setiawan).

Tahun 2022, Perseroan berhasil membukukan laba positif atas kinerja tahun 2022 bahkan melampaui target tahun 2022 meskipun kondisi pandemi tahun 2022 yang menuju endemi masih mengancam industri properti dan perhotelan. Pendapatan yang kami proyeksikan sebesar Rp120 miliar, mampu tercapai sebesar Rp135,5 miliar, sehingga naik sebesar 6,44% dibandingkan pendapatan tahun 2021 yang sebesar Rp127,3 Milyar.

Perseroan menargetkan laba usaha sebesar Rp31 miliar, namun mampu terealisasi sebesar Rp39,7 miliar. Kinerja yang melebihi proyeksi tersebut membuat perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp22,87 miliar dari target yang hanya sebesar Rp9,3 miliar. Laba bersih tahun berjalan tersebut naik sebesar 10,46% dibandingkan laba bersih tahun berjalan 2021 yang sebesar Rp20,7 miliar. Selama periode tahun 2022, Perseroan juga berhasil mencatatkan penurunan utang bank dari sebesar Rp82,6 miliar menjadi Rp58,5 miliar atau turun sebesar 29,4%.

Sampai dengan akhir 2023, Perseroan memperkirakan total utang bank akan turun menjadi sebesar Rp37,7 miliar atau turun sebesar 35,6% dari posisi per 31 Desember 2022. Perseroan memutuskan akan membagikan dividen sebesar Rp5.867.078.704,8 berupa dividen tunai. Sisa laba bersih tahun berjalan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 akan dicatat sebagai laba yang ditahan, atau retained earnings, oleh Perseroan.

Tidak hanya penetapan penggunaan laba bersih, SWID juga menetapkan agenda lainnya pada RUPST tahun ini, yakni persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan, dan Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

SWID juga melaporkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum periode Desember 2022, penunjukkan Kantor Akuntan Publik untuk melaksanakan audit atas Laporan Keuangan SWID tahun buku 31 Desember 2023, penentuan penetapan gaji atau honorarium serta tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris, dan perubahan anggaran dasar dalam rangka penyesuaian Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 14/POJK.04/2022.

Kinerja perseroan yang sangat baik tersebut tidak lepas dari semakin ketatnya persaingan. Persaingan dalam hal lokasi, fasilitas, harga serta kualitas membuat perseroan harus selalu meningkatkan diferensiasi produk dengan mengadopsi perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi. Selera pasar yang bergerak secara dinamis menuntut perseroan untuk responsif dalam setiap perencanaan proyek dan desain produk. Perkembangan teknologi yang sangat cepat harus mampu direspon perseroan secara tepat. Berdirinya hotel-hotel baru menuntut perseroan selalu menjaga kinerja operasional dan tampilan hotel-hotel yang dimilikinya.

Perseroan optimis akan mampu bersaing karena keuntungan lokasi, kualitas produk dan kesempatan pemasaran. Perseroan juga secara intensif melakukan pemeliharaan hotel serta selalu memberikan suasana dan tampilan yang baru untuk para tamu. Perseroan telah menambah jumlah ruang meeting sebanyak 8 ruangan di Hotel Alana Yogyakarta pada tahun 2022, sehingga pada saat ini memiliki total 23 ruang meeting.

Dengan penambahan ruang meeting tersebut perseroan yakin bahwa hotel-hotel milik Perseroan masih akan menjadi pilihan utama untuk tujuan MICE di Yogyakarta. Pada tahun 2022 Perseroan telah memulai pembangunan Apartemen Arjuna-Bima. Kemudian di tahun 2023 sudah melakukan groundbreaking pengembangan Villa Resort Banyu Bening. Usaha-usaha tersebut dilakukan untuk dapat terus meningkatkan kinerja perseroan.

Di tengah kekhawatiran ancaman resesi dan kenaikan suku bunga global di tahun 2023 membuat kondisi pasar properti semakin menantang. Faktor-faktor di luar kendali tersebut menyebabkan perseroan selalu berhati-hati dalam membuat keputusan investasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 diproyeksikan sebesar 5%.

Namun demikian, dengan semakin hilangnya pandemi Covid-19 dan didukung dengan masih tingginya kebutuhan perumahan membuat perseroan sangat optimis terhadap kinerja 2023. Selain itu, prospek industri properti didukung oleh semakin terhubungnya konektivitas antar kota dengan dibangunnya ruas-ruas jalan tol. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah akan semakin terhubung dengan adanya Jalan Tol Yogyakarta . Solo, Yogyakarta . Bawen . Semarang, Yogyakarta . Bandara YIA Kulonprogo akan membentuk segitiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan interaksi wilayah khususnya Jogja, Solo, dan Semarang. Kondisi tersebut akan sangat berpengaruh positif terhadap proyek-proyek perseroan saat ini. (end)