SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021

SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021

SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021

SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021

SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021
SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021
SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

SGRO OPTIMIS HARGA CPO MASIH AKAN NAIK DI TRIWULAN KEEMPAT 2021

IQPlus, (27/10) - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menyampaikan bahwa harga pasar minyak sawit (CPO) terus memperlihatkan tren yang meningkat pada triwulan ketiga 2021 (3Q21) ke level RM4.663/ton, melonjak 37% setelah sempat turun secara signifikan hingga berada di bawah level RM3.400 pada akhir triwulan sebelumnya (2Q21).

Pelonggaran lockdown di negara konsumen minyak nabati seperti Tiongkok serta adanya kebijakan penurunan pajak impor dari India memicu peningkatan permintaan terhadap komoditas sawit. Selain itu, jumlah persediaan masih terbatas akibat rendahnya produktivitas pasokan dari Malaysia, imbas lockdown yang membatasi jumlah pekerja panen.

"Program mandatori biodiesel yang secara konsisten terus didukung oleh Pemerintah Indonesia juga turut menjaga kestabilan permintaan CPO domestik, sehingga dapat menjadi katalis positif bagi harga CPO, bahkan sampai saat ini masih terus menguat hingga mencapai level tertingginya di sepanjang masa,"ujar Budi Setiawan Halim, CEO Perseroan.

Harga jual rata-rata CPO Perseroan pada periode 9M21 mencapai Rp10.290 per kg, meningkat sebesar 25% dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya (9M20). Harga jual rata-rata inti sawit (PK), yang merupakan produk penyumbang penjualan terbesar kedua dalam periode tersebut membukukan nilai yang lebih tinggi. Harga jual rata-rata PK pada 9M21 sebesar Rp6.521 per kg, atau 49% lebih tinggi dibandingkan periode9M20.

Volume penjualan CPO dan PK juga meningkat cukup signifikan, masing-masing sebesar 39% dan 38% pada 9M21. Kedua produk tersebut menyumbang 95% terhadap penjualan konsolidasian Perseroan yang mencapai Rp3,9 triliun pada 9M21, atau 73% lebih tinggi dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Hingga akhir September, penjualan kecambah unggul DxP Sriwijaya membukukan peningkatan yang sangat cemerlang dibandingkan tahun lalu, melesat 87% mencapai Rp107 miliar, terutama ditunjang oleh volume penjualan yang melonjak hingga 77% menjadi 12,7 juta butir kecambah.

Akan tetapi, pada tahun ini masih terjadi anomali produksi pada 3Q21. Total produksi tandan buah segar (TBS) termasuk kontribusi eksternal, berjumlah sebesar 440.670 ton dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, menurun 7% dibanding triwulan sebelumnya. Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, total produksi TBS dan pembelian TBS dari pihak ketiga di sepanjang periode 9M21 mencapai 1.409.800 ton, meningkat 38% dibandingkan pada 9M20.

Lonjakan tersebut terutama ditunjang oleh wilayah Sumatera yang melonjak sebesar 56% hingga mencapai 904.033 ton. Sedangkan wilayah Kalimantan berhasil membukukan peningkatan produksi TBS menjadi sebesar 505.768 ton, atau meningkat 14% dibandingkan produksi pada 9M20.

"Kami akan terus mengupayakan optimalisasi produksi. Melihat outlook harga yang masih menunjukan tren menguat, kami optimis harga CPO pada triwulan keempat nanti masih berada di level yang lebih tinggi jika dibandingkan secara triwulanan dan tahunan," lanjut Budi. (end/as)