SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE

SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE

SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE

SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE

SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE
SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE
SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

SMARTFREN INCAR DANA Rp697,87 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE

IQPlus, (15/4) - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana menggalar aksi korporasi melalui mekanisme penerbitan saham atau rights issue. Dari sebanyak - banyakan 5,81 miliar lembar saham dengan nominal Rp100 per lemmbar sahamnya, emiten telekomunikasi ini menargetkan dapat mengantongi dana segar sekitar Rp697,87 miliar.

Dalam prospektus ringkasnya disebutkan, Setiap pemegang 52 (lima puluh dua) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 26 April 2021 pukul 15.00 WIB mempunyai 1 HMETD dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 Saham Baru yang ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp120 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

"HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan mulai tanggal 28 April 2021 sampai dengan tanggal 4 Mei 2021. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi,"terang Manajemen FREN, dalam prospektus ringkas tersebut.

Selain itu, Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 91,88 miliar Waran Seri III yang diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD. Pada setiap 5 saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 79 Waran Seri III yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.

"Waran Seri III adalah efek yang memberikan kepada pemegangnya hak untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham yang dapat dilaksanakan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 28 Oktober 2021 sampai dengan 27 April 2026 dimana setiap 1 Waran Seri III berhak membeli 1 saham baru Perseroan,"tulisnya.

Dalam hal ini, PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) selaku pemegang saham 10,68% menyatakan akan melaksanakan HMETD yang dimiliki sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam PUT IV ini. Melalui surat pernyataan tertanggal 12 April 2021, PT Global Nusa Data (GND) selaku pemegang saham 26,39% menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimiliki sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PUT IV ini.

Selain itu, PT Wahana Inti Nusantara (WIN) selaku pemegang saham 16,11% menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimiliki sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PUT IV ini. Dalam hal terdapat pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya secara penuh, maka pemegang saham tersebut akan mengalami dilusi.

Adapun PT Sinarmas Sekuritas dan PT BCA Sekuritas sebagai Pembeli Siaga akan membeli sisa Saham Baru yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 4.332.812.448 Saham Baru pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp120 setiap Saham Baru, sehingga jumlah Saham Baru yang dikeluarkan mencapai 4.953.741.667 Saham Baru. PT BCA Sekuritas akan melakukan pembelian Saham Baru terlebih dahulu hingga sebanyak-banyaknya 2.166.406.224 Sisa Saham Baru.

Apabila setelah itu jumlah Saham Baru yang dikeluarkan dalam PUT IV belum mencapai 4.953.741.667 Saham Baru, maka PT Sinarmas Sekuritas akan membeli sebanyak-banyaknya 2.166.406.224 Sisa Saham Baru, hingga jumlah Saham Baru yang dikeluarkan dalam PUT IV mencapai 4.953.741.667 Saham Baru.

"Perseroan dalam melakukan PUT IV ini telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagaimana ternyata dalam Akta Berita Acara Rapat No. 1 tertanggal 2 Maret 2021 yang dibuat oleh Bertha Suriati Ihalauw Halim, S.H, Notaris di Jakarta Pusat,"terangnya.

Sebagai informasi, dana hasil rights issue itu, yakni sekitar 85% akan digunakan untuk penyetoran tambahan modal kepada PT Smart Telecom (Smartel), Perusahaan Anak, yang selanjutnya akan digunakan untuk pembayaran utang dan bunga. Sisanya sekitar 15% akan digunakan sebagai modal kerja untuk Perseroan, yang selanjutnya akan dipergunakan untuk pembayaran biaya sewa menara dan/atau biaya sewa jaringan dan/atau pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak Jastel USO ke pemerintah.

"Dana hasil pelaksanaan hasil Waran III akan digunakan sekitar 80% akan digunakan untuk modal kerja Perusahaan Anak dan sisanya sekitar 20% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan,"papara Manajemen FREN. (end)