SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN

SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN

SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN

SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN

SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN
SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN
SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

SPIN OFF UNIT USAHA SYARIAH, BANK SINARMAS TETAP JAGA ASET DIATAS Rp40 TRILIUN

IQPlus, (14/10) - PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan Pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) Perseroan. Aksi korporasi itu direalisasikan pada tanggal 11 Oktober 2022.

Direksi BSIM, Frengky Tirtowijoyo menuturkan, pemisahan UUS Perseroan dengan mendirikan Bank Umum Syariah baru hasil pemisahan bernama PT Bank Nano Syariah. Adapun pihak yang mendirikan PT Bank Nano Syariah adalah Perseroan, PT Sinar Mas Multiartha Tbk, PT Asuransi Sinar Mas.

"Nilai transaksi dalam aksi ini yaitu sebesar Rp510 miliar. Sumber dana yang digunakan untuk setoran modal pendirian PT Bank Nano Syariah adalah dana internal Perseroan," katanya.

Ia menegaskan, pemisahan UUS tidak akan berdampak terhadap kondisi keuangan Perseroan. Penyertaan modal yang dilakukan Perseroan kepada Bank Nano Syariah bersumber dari modal yang dimiliki dan akan menjadi pengurang modal inti perseroan. Namun demikian, rasio kecukupan modal perseroan akan tetap kuat dan diprediksi masih berada di kisaran 30%.

"Pada akhir tahun 2022, total aset perseroan setelah Pemisahan UUS akan tetap terjaga di atas Rp40 triliun dan diproyeksi akan terus meningkat pada tahun - tahun mendatang. Penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga juga diproyeksikan akan terus bertumbuh, dengan loan to deposit ratio pada akhir tahun 2022 sebesar 42,37% dan bertumbuh diatas 50% pada akhir tahun 2024. Seiring dengan pertumbuhan pada penyaluran kredit, laba perseroan juga akan bertumbuh," pungkasnya. (end)