SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%

SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%

SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%

SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%

SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%
SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%
SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

SRITEX BERHASIL PERTAHANKAN PORSI EKSPOR DIATAS 60%

IQPlus, (30/8) - PT Sri Rejeki Isman Tbk (JSI: SRIL) membukukan penjualan sebesar USD 348,8 juta selama Semester I 2022. Penjualan tersebut masih didominasi oleh penjualan ekspor yang saat ini masih berkontribusi sebesar 61.5% dari total penjualan, sementara domestik 38.5%.

Ditengah gejolak makroekonomi global, Perseroan berhasil untuk mempertahankan porsi ekspor dengan nilai penjualan sebesar USD 214,6 juta dengan porsi benua Asia sebesar USD 145,5 juta dan Amerika Latin sebesar USD 52,7 juta.

Dalam siaran pers Perseroan Selasa (30/8) disampaikan bahwa Mayoritas produk yang diekspor merupakan produk Benang sebesar USD 145,9 juta dan disusul oleh Pakaian Jadi sebesar USD 35,9 juta. Sementara untuk dipasar lokal, produk benang juga masih menjadi unggulan dimana penjualan mencapai sebesar USD 62 juta pada enam bulan pertama tahun ini.

Langkah yang kami harapkan adalah dengan ramainya isu resesi dan stagflasi yang terjadi, Pemerintah dapat mengambil langkah konkrit untuk mengantisipasi guncangan ekonomi yang sedang terjadi. Seperti yang kita ketahui, nilai tukar mata uang AS (USD) juga telah menembus nilai IDR 15,000 per dollar pada bulan Juli 2022.

Kami juga mencermati efek pengaruh wacana pencabutan subsidi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah dalam waktu dekat, dan dampaknya terhadap kemampuan daya beli masyarakat.

Hingga 31 Desember 2021, Sritex mencatat penjualan sebesar USD 847,52 juta dengan komposisi penjualan ekspor sebesar 61,47% dan domestik sebesar 38,53%. Upaya untuk terus membukukan ekspor patut diapresiasi mengingat banyaknya negara yang masih dalam lockdown sepanjang 2021 dan kelangkaan container sehingga biaya logistik melambung tinggi.

Lima strategi yang dijalankan oleh Manajemen adalah: Mengoptimalkan integrated system dalam proses produksi, Meningkatkan keunggulan produk dengan inovasi, Pengembangan pasar, Restrukturisasi mesin produksi dan upskilling pekerja, dan Penerapan manajemen resiko dalam pengambilan keputusan. (end)