TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA

TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA

TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA

TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA

TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA
TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA
TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

TELKOM : DATA CENTER RAMAH LINGKUNGAN AKAN HADIR DI INDONESIA

IQPlus, (4/1) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) semakin memantapkan langkah untuk mengambil porsi dan menjadi pemain besar di industri pusat data (data center), salah satunya dengan segera menghadirkan data center berbasis ramah lingkungan.

Menurut Direktur Wholesale & Intenational Service Telkom Bogi Witjaksono, salah satu kunci keberhasilan data center adalah tingkat efisiensi dalam penggunaan energi.

"Ke depannya semakin tinggi kemampuan computing dari penghuni data center yang dalam hal ini adalah pemain digital, maka membutuhkan energi yang sangat besar. Untuk itu, para pemain digital tersebut membutuhkan energi yang efisien dan hijau (green)," kata Bogi dalam keterangannya, Rabu.

"Kita akan buktikan, pada 2024 pertengahan paling lambat data center berbasiskan energi biru dan ramah lingkungan akan ada di Indonesia," imbuhnya.

Terkait dengan teknologi energi terbarukan dan green energy ini, Telkom bekerja sama dengan Medco dan nantinya saat distribusi akan melibatkan PLN.

Tak hanya itu, Telkom pun bekerja sama dengan Singtel yang juga pemain lama data center di Singapura.

Bersama-sama, kedua pihak siap menangkap potensi kebutuhan spillover demand yang berasal dari Singapura dan sekitarnya, selain juga untuk memenuhi kebutuhan domestik di Indonesia.

Lebih lanjut Bogi mengatakan, pada tahun 2030 nanti Indonesia setidaknya membutuhkan minimal 1,200 MegaWatt atau 1,2 GW data center. Ini menjadi peluang sangat besar yang tidak lepas dari peran demografi yang menyebabkan kebutuhan tersebut kian meningkat.

"Semua lini kehidupan kita itu ke depan akan menjadi terkoneksi secara digital. Basis datanya diperkirakan dari IoT maupun devices itu jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan kita sekarang yang ada di broadband biasa," kata dia. (end/ant)