TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG

TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG

TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG

TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG

TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG
TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG
TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

TELKOM MAJUKAN PENDIDIKAN PAPUA DENGAN PROGRAM REKRUTMEN DAN MAGANG

IQPlus, (28/8) - PT Telkom Indonesia terus berkomitmen memajukan dunia pendidikan di Papua dengan program rekrutmen mahasiswa dari perguruan tinggi di Tanah Papua dan program magang praktek lapangan.

"Dari program rekrutmen itu sudah ada 10 mahasiswa dari perguruan tinggi di Tanah Papua yang menjadi karyawan Telkom Manokwari. Bahkan mereka sudah ada yang bertugas di luar Papua seperti di Manado dan Makassar," kata Kepala Kantor Daerah Telkom Manokwari George RM Mandibondibo di Manokwari, Papua Barat, Jumat.

Ia menjelaskan, setiap tahunnya PT Telkom selalu membuka program magang untuk mahasiswa dan pelajar SMA di Manokwari. Selain dilatih pada program magang, lulusan perguruan tinggi di Tanah Papua juga diberi kesempatan untuk mendaftar jadi pegawai BUMN ketika PT Telkom membuka lowongan pekerjaan.

"Kita bekerjasama dengan kampus-kampus di Tanah Papua seperti Unipa Manokwari, Uncen Jayapura, Universitas Musamus Merauke dan lainnya. Kita rekrut jadi karyawan Telkom, tapi kembali lagi pada anaknya harus memenuhi persyaratan yang ada," ujar George.

Untuk mahasiswa, George mengatakan, juga memberi kesempatan magang kerja praktek di Telkom Manokwari. Pada program itu mahasiswa maupun peserta balai latihan kerja (BLK) yang sudah punya dasar komputer yang bagus diajari tentang sistem jaringan.

"Untuk mahasiswa, lebih banyak praktek ke sistem. Aktifkan BTS seperti apa, kan bisa di kontrol dari jarak jauh menggunakan sistem jaringan. Jadi pelatihan lebih ke perangkat lunak. Ketika ada gangguan di lapangan bagaimana mereka bisa memperbaiki lewat sistem jaringan," ujarnya. (end/ant)