TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM

TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM

TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM

TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM

TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM
TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM
TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

TINGKATKAN KUALITAS PRODUK, INDOCEMENT LATIH 50 UMKM

IQPlus, (10/2) - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menggelar pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) bagi para UMKM di desa mitra Indocement Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, agar meningkatkan kualitas produknya.

"Ini pelatihan PKP pertama dilaksanakan Indocement bekerja sama dengan dinas terkait. Dengan demikian, kami menjadi perusahaan swasta multinasional bidang industri semen pertama yang menginisiasi pelatihan PKP untuk UMKM," kata CSRC Division Manager PT Indocement, Gadang Wardono di Citeureup, Bogor, Rabu.

Ia menyebutkan, pelatihan tersebut diikuti 50 peserta, berasal dari UMKM di 12 desa mitra dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor yang dilaksanakan di Roda Edu-Green Park Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor.

Materi yang diberikan dalam pelatihan, meliputi peraturan perundang-undangan bidang pangan Peraturan BPOM Nomor 22 tahun 2018 tentang Pedoman Sertifikasi Pangan Produksi Rumah yang dibawakan oleh Raida.

Kemudian bahasan soal Prosedur Operasi Sanitasi yang Standar (SSOP) oleh Mutianti dan materi Persyaratan Label dan Iklan Pangan, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) oleh Agustina Gardiani.

Selain itu, Gadang juga menghadirkan narasumber lain, yakni Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Linda Hendrayani untuk memfasilitasi perizinan legalitas usaha yakni Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Karena legalitas usaha ini salah satu syarat wajib bagi pelaku UMKM. Kami berharap peserta pelatihan mengetahui tata cara pengolahan makanan secara higienis, mulai bahan yang digunakan hingga proses produksinya," kata Gadang. (end/ant)