TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR

TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR

TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR

TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR

TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR
TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR
TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

TRIN, TANAMORI DAN MANGGARAI ANUGERAH KOLABORASI KEMBANGKAN PROYEK SELUAS 246 HEKTAR

IQPlus, (1/3) - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melakukan kerjasama dengan PT Tanamori Makmur Indonesia dan PT Manggarai Anugerah Semesta untuk Pengembangan Proyek Tanamori dengan luas 246 Hektar (Ha).

Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra menuturkan bahwa Perjanjian Kerjasama (PKS) ini dibuat dalam rangka Pengembangan Proyek Tanamori dengan luas seluruhnya 246 Ha (dua ratus empat puluh enam hektar yang terletak di Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang terdiri dari Phase 1 seluas 67 Ha dan Phase 2 seluas 159 Ha.

Selain itu, terdapat tanah seluas kurang lebih 20 Ha yang terletak di Desa Golo Mori, kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang diserahkan oleh PT Manggarai Anugerah Semesta kepada Perseroan melalui mekanisme penyertaan kedalam perusahaan Inbreng yang akan dikoordinasikan oleh PT Tanamori Makmur Indonesia.

"Terkait tanah seluas 20 Ha tersebut sudah dimiliki/dialihkan kepada Perseroan, maka untuk selanjutnya Perseroan dan PT Tanamori Makmur Indonesia, akan melakukan kerja sama atas tanah tersebut melalui skema kerja sama berupa Joint Operation,"tuturnya.

lebih lanjut Ishak menjelaskan, pelaksanaan pengembangan Proyek dilakukan secara bertahap sesuai dengan Rencana Usaha (Business Plan) dan Feasibility Study. Pengembangan Proyek bertujuan untuk membangun kawasan pariwisata berkualitas dunia untuk menghasilkan sejumlah Bangunan, Tanah atau Kavling, yang siap dipasarkan untuk umum, dilengkapi dengan Fasos/Fasum dan fasilitas lainnya.

"Pelaksanaan Proyek mengacu kepada asumsi pasar yang wajar dengan prinsip valuation yang fair dan prinsip win-win sesuai dan mengacu kepada Business Plan yang akan disusun namun dapat dilakukan perubahan untuk menyesuaikan kondisi pasar yang dinamis,"katanya.

Ia mengaku, total Gross Development Value atas Proyek tersebut, diperkirakan mencapai Rp 10 Triliun dengan Margin Laba Bersih diperkirakan sebesar 19% dari GDV. "Dengan dilaksanakannya kerjasama pengembangan proyek Tanamori dengan luas 246 Ha antara Perseroan, PT Tanamori Makmur Indonesia, PT Manggarai Anugerah Semesta, maka akan meningkatkan cadangan lahan (land bank) yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha,"pungkasnya. (end)