TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022

TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022

TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022

TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022

TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022
TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022
TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

TUMBUH 113%, ADARO MINERALS (ADMR) CETAK LABA INTI US$342 JUTA PADA 2022

IQPlus, (2/3) - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyampaikan laporan kinerja keuangan untuk tahun fiskal 2022. ADMR menghasilkan EBITDA operasional $490 juta, hampir dua kali lipat EBITDA operasional FY21 yang mencapai $248 juta. ADMR menghasilkan laba inti yang tinggi sebesar $342 juta pada FY22, atau naik 113% dari laba inti FY21 yang tercatat $161 juta. Kenaikan pada ASP maupun volume penjualan merupakan pendorong utama peningkatan profitabilitas.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADMR, Bapak Christian Ariano Rachmat mengatakan, "Kinerja FY22 yang memuaskan tercapai berkat kondisi pasar yang kondusif, yang terlihat pada kuatnya harga pada tahun ini. Kami berhasil menangkap momentum tersebut dengan meningkatkan volume dan mencapai target operasional.

ADMR terus memimpin transformasi Grup Adaro dan mencatat beberapa peristiwa penting selama tahun 2022. Dalam kurun waktu satu tahun sejak mengumumkan proyek aluminium smelter, kami telah menandatangani Nota Kesepahaman offtake dan memfinalisasi pemilihan mitra-mitra untuk proyek tersebut. Kami akan terus merealisasikan rencana, memanfaatkan momentum harga batu bara yang tinggi dan membawa Grup Adaro menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih ramah lingkungan."

Pada tahun 2023, perusahaan memperkirakan volume penjualan di rentang 3,8 Mt hingga 4,3 Mt. ADMR terus meningkatkan volume didukung oleh permintaan yang kuat dari pelanggan, dan sesuai target jangka menengahnya sebesar 6 Mtpa. Nisbah kupas FY23 ditargetkan sebesar 3,8x, karena perusahaan berencana untuk memulai kembali operasi dari PT Lahai Coal, yang memiliki nisbah kupas lebih tinggi dibandingkan dengan PT Maruwai Coal.

"Belanja modal untuk bisnis batu bara metalurgi kami di FY23 ditargetkan sebesar $70 juta hingga $90 juta. Angka ini belum termasuk belanja modal untuk proyek smelter aluminium. Perusahaan memperkirakan pencapaian financial close proyek ini pada 1H23 dan porsi ekuitas akan diumumkan kemudian," imbuhnya. (end)