TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022

TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022

TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022

TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022

TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022
TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022
TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

TUMBUH 136%, PEMBIAYAAN BARU CIMB NIAGA FINANCE CAPAI Rp2,35 TRILIUN DI KUARTAL I 2022

IQPlus, (12/4) - PT CIMB Niaga Auto Finance Tbk (CNAF) melaporkan kinerja kuartal I 2022. Tercatat, CNAF berhasil menyalurkan pembiayaan baru (booking) sebesar Rp2,35 triliun di kuartal pertama 2022, atau naik sekitar 136% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1 triliun.

Selain itu, kinerja positif perseroan dapat dilihat dari total aset pada periode tersebut sebesar Rp5,95 triliun, atau meningkat sekitar 59% jika dibandingkan dengan periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,73 triliun.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman menuturkan, pertumbuhan kinerja Perseroan ini selaras dengan pemulihan ekonomi nasional. Dengan mulai kembali menggeliatnya perekonomian Tanah Air, sangat berdampak pada peningkatan penjualan mobil pada awal tahun 2022.

"Sejak Pandemi (Covid-19) varian Omicron mulai melandai, perekonomian nasional mulai bergerak kembali. Pemulihan ekonomi memicu daya beli masyarakat, dan bagi kami perusahaan pembiayaan otomotif dapat berkahnya, sehingga kinerja CNAF masih terus meningkat hingga awal tahun ini,"kata pria yang kerap disapa Aris dalam paparan kinerja 2021 dan buka bersama dengan media, Senin (11/4).

Akan tetapi, Aris memperkirakan, Perseroan tahun ini tetap akan menghadapi berbagai macam tantangan mulai dari potensi meningkatnya inflasi serta konflik geopolitik di kuartal berikutnya. Ketidak pastian tersebut, tentunya akan kembali berpengaruh terhadap daya beli masyarakat nantinya.

Meski demikian, kata Aris, Perseroan akan menerapkan berbagai macam strategi guna menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun 2022. Oleh karena itu, Perseroan optimis realisasi booking pada tutup buku 2022 nanti tumbuh minimal 30 persen (yoy) dibanding periode sebelumnya senilai Rp5,67 triliun.

"Hingga akhir tahun 2022, kami tetap optimis target pertumbuhan booking sebesar minimal 30% pada tahun ini akan terealisasi,"tegasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis pada tahun ini, Aris menambahkan, Perseroan akan terus mengembangkan layanan berbasis digital dan mengintegrasikan ke seluruh kegiatan operasional di dalam satu platform yang mencakup seluruh layanan.

"Dalam aspek pemasaran, perseroan terus meningkatkan sinergi dengan induk usaha PT Bank CIMB Niaga, berencana untuk melakukan ekspansi di berbagai daerah, menambah jaringan kemitraan, serta mempersiapkan digital channel seperti virtual exhibition dengan teknologi 3D,"paparnya.

"Selain itu, Kami akan terus mengandalkan value proposition product, yakni kecepatan, kemudahan, dan transparansi dokumen melalui kanal digital dalam meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada nasabah,"pungkasnya. (end)