UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI

UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI

UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI

UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI

UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI
UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI
UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

UBAH PENGUNAAN DANA HASIL RIGHTS ISSUE, PKPK BAKAL AKUISISI SAHAM DARI PIHAK TERAFILIASI

IQPlus, (4/1) - PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) berencana membeli (akuisisi) sebanyak 14.991.000 lembar saham atau sebesar 99,94% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam saham PT Bhakti Harapan Sejahtera (BHS) yang dimiliki oleh PT Deli Pratama Batubara (DPB).

Untuk melancarkan rencana akuisisi tersebut, PKPK akan menggunakan dana dari hasil Penambahan Modal Dengan Memberikan HMETD I Perseroan yang diterbitkan pada tanggal 4 Juli 2023 (PMHMETD I) atau Rights Issue. Untuk itu, perseroan akan meminta restu kepemegang saham melalui RUPS guna mengubah penggunaan dana hasil Rights Issue tersebut telebih dahulu, yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 8 Januari 2024.

"Mengacu pada persetujuan pemegang saham atas rencana perubahan penggunaan Dana Belum Digunakan dalam RUPS, Perseroan berencana untuk menggunakan sebesar Rp165 miliar atau sekitar 80,68% dari Dana (hasil rights issue) Belum Digunakan untuk pembelian saham dari pihak terafiliasi dengan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020 dan termasuk dalam transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020," tulis Manajemen PKPK.

Manajemen PKPK menilai bahwa transaksi ini dapat memberi kontribusi berupa peningkatan nilai investasi saham serta keuntungan dari investasi yang lebih baik untuk Perseroan. Perseroan menginginkan dapat memiliki sumber pendapatan usaha yang berkelanjutan melalui investasi pada Perusahaan Tambang yang akan memberikan kontribusi akan pertumbuhan pendapatan Perseroan di masa depan.

Pasalnya, kondisi Perusahaan Tambang yang akan diakuisisi saat ini adalah dalam kondisi belum beroperasi namun diperkirakan dapat beroperasi secara komersial di akhir kuartal ke-4 (Q4) tahun 2023 dengan telah dimilikinya kuota produksi batubara tahun 2023 sebesar 1.000.000 ton yang dituangkan di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2023 yang telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebagai informasi, apabila rencana transaksi ini dilaksanakan maka total aset Perseroan mengalami kenaikan sebesar 5,02% dari posisi per 31 Juli 2023, terutama berasal dari penambahan Aset Pertambangan sebesar Rp162,25 miliar dan penambahan Aset Lain-lainnya sebesar Rp14,19 miliar. Kemudian, Total liabilitas meningkat sebesar 140,12% dari posisi per 31 Juli 2023, terutama berasal dari penambahan Utang Lain-lain sebesar Rp222.53 miliar kepada pihak ketiga dan sebesar Rp67.16 miliar kepada pihak berelasi. Selain itu, Total ekuitas menurun sebesar 21,74% dari posisi per 31 Juli 2023, terutama berasal dari penurunan Tambahan Modal Disetor sebesar -Rp79.38 miliar karena selisih antara harga pengalihan BHS dengan nilai buku BHS. (end)