UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM

UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM

UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM

UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM

UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM
UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM
UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

UTAMA RADAR CAHAYA TAWARKAN HARGA IPO DI KISARAN Rp110-150 PER SAHAM

IQPlus, (8/7) - PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) berencana melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) maksimal sebanyak 150.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp25 setiap saham. Jumlah saham tersebut setara sebanyak-banyaknya 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan pasca IPO.

Calon emiten yang bergerak di Bidang Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding) ini menarakan saham perdananya di harga Rp110 hingga Rp150 per saham. Dengan demikian, diperkirakan Perseroan akan mengantongi dana dari hasil IPO sebesar Rp16,5 miliar sampai dengan Rp22,50 miliar.

Dalam perhelatan ini, Perseroan telah menunjuk PT Elit Sukses Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek. Sementara Penjamin Pelaksana Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa Saham Yang Ditawarkan yang tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.

Seluruh dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham akan digunakan untuk sekitar 75,17% untuk pembelian kendaraan truk bekas yang terdiri dari tronton loss bak Isuzu sebanyak 3 unit, tronton loss bak Hino sebanyak 12 unit, tronton dump Hino sebanyak 2 unit, trailer loss bak Hino sebanyak 3 unit, trailer tangki Hino sebanyak 2 unit dan tronton tangki Isuzu sebanyak 5 unit.

Kemudian, sekitar 9,22% akan digunakan untuk modal kerja atau operational expenditure (OPEX) Perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembayaran biaya gaji pengemudi, biaya solar dan tol. Sekitar 7,59% akan digunakan untuk pembelian persediaan suku cadang dari pihak ketiga yang bukan merupakan pihak terafiliasi dengan mempertimbangkan harga dan ketersediaan suku cadang yang dibutuhkan oleh Perseroan.

Selain itu, sekitar 2,99% dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran angsuran sewa lahan parkir baru selama 2 tahun, sekitar 2,20% akan digunakan untuk biaya balik nama 27 armada truk, sekitar 1,70% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas penunjang lahan parkir baru berupa pagar, jalan masuk, pos keamanan, pengerasan area parkir serta pemasangan instalasi listrik maupun saluran air, sekitar 0,37% akan digunakan untuk pembelian alat GPS untuk 27 unit truk dengan pihak ketiga, yaitu PT Easygo Indonesia; dan sekitar 0,76% akan digunakan untuk pembayaran asuransi TLO untuk 27 unit truk dengan pihak ketiga, yaitu PT Asuransi Sinar Mas sebesar Rp. 139.535.000.

Sebagai informasi, Masa Penawaran Awal akan dilakukan pada 8 - 12 Juli 2022, Perkiraan Tanggal Penjatahan pada 29 Juli 2022, Perkiraan Tanggal Efektif pada 25 Juli 2022, Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik pada 1 Agustus 2022, Perkiraan Masa Penawaran Umum pada 27 - 29 Juli 2022, Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia pada 2 Agustus 2022. (end)